Senin, 04 Februari 2013

Mantan Terindah

| |

Hai beh,

Apa kabarmu di sana??

aku di sini tetep merindukanmu, tak pernah berubah setiap harinya.Masih sama seperti dulu, setiap hari, setiap menit, setiap detik.

Aku tak tau apa kau merasakan yang sama denganku.

Yang aku tau, kamu masih mengingat semua kenangan kita, itu cukup bagiku.

----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

DEPOK, 08 Januari 2013

Hari itu aku janji untuk berkumpul dengan teman - teman ku dikampus, ada Alie, Hamid, Samuel (a.k.a.Ucok) untuk mengurus keuangan setelah wisuda.

"Udah selesai kanlo semua ngurus - ngurusnya? " tanya Hamid, "Si Gema udah di Sevel tuh, sendirian,kasian dia, samperin yuk!!" ucapnya sambil tersenyum penuh arti kepada ku.

Kami berempatpun bergegas menuju sevel.

Sesampainya di sana, entah kenapa mata ku cepat sekali menangkap kehadiranmu. Dan debaran jantung tetap sama seperti dulu, kencang.

Berawal dari obrolan yang kaku, kami pun mulai bersenda gurau, terkadang kau melirik dan menatapku dengan tajam, tatapan mu yang samaseperti dulu.

Akupun tersenyum senang bercampur kaget ketika kau masih tetap menyapa ku dengan "Aku" "Kamu", cukup mengobati hati dan pikiran ku yang galau karena lagi2 aku tidak bisa bertahan lama menjalin hubungan dengan seseorang.

Mungkin seperti yg mantan ku bilang, aku ahli sekali dalam menyembunyikan suatu masalah, dan tetap tersenyum ceria seperti saat ini.

Mungkin itu salah satunya kenapa Gema lebih memilih meninggalkan ku dan lebih memilih wanita yang telah di pacarinya selama bertahun- tahun.

Yupzzz, aku selingkuhannya, sedih dan menyakitkan memang, tapi aku selalu bahagia saat berada bersamanya, itu sudah cukup bagi ku.

Sangat sulit bagiku untuk bisa melupakannya.

Apalagi kalau sikapnya yg selalu perhatian, hangat dan selalu bisa membuat tersenyum disaat aku sedang terpuruk. Seperti saat ini, dan itu membuatku jatuh cinta lagi padanya.

Padahal ketika aku sedang tidak berhubungan dengan siapa pun (jomblo),dia biasa bersikap cuek dan dingin kepadaku. Berusaha menganggap ku tak ada.

Tapi hati itu berbeda, kau berubah menjadi dirimu yg dulu ( saat kita masih bersama), kau malah mengingatkan ku kenangan - kenangan kita berdua yang telah lalu.

"Iya,kalau waktu itu gue ga ngambil pajak, terus ga di bantuin sama bokap gue, PI (Penelitian Ilmiah) gue ga bakalan kelar kali, iyaa ga??" katanya kepada ku.

Sedikit kaget, aku pun menanggapinya sambil menggodanya " Mank yg nyelesain siapa?? Yg ngitung - ngitung situ atau anak buah nya bokap??"

"Hmmm.... Siapa yaa?? Hahahaha... yaa yg penting kan kelar. "

Sudah lama sekali rasanya aku tidak ngobrol dan bercanda sambil saling tatap, semenjak putus obrolan kami selalu kaku. Aku kangen sekali dengan suasana seperti ini.

Entah bagaimana pandangan Ali, Hamid, dan Ucok, yang melihat obrolan kami, yang kemudian menggoda kami berdua.

"Oooo..... Jadi ceritanya lagi inget - inget kenangan - kenangan berdua ni, ganggu dong kita." Goda ucok, sambil tersenyum jahil, begitu juga dengan Ali dan Hamid.

Kami berdua hanya bisa diam dan tersenyum salah tingkah.

Aku tau dan sadar diri, tak mungkin lagi aku berharap dan menunggunya, karena yg di pilih tetap bukan aku.

Tapi yang pasti, sampai saat ini perasaan ku masih sama seperti pertama kali aku jatuh cinta padamu.

You still the best I ever had.

I Love you.







0 komentar:

top

Posting Komentar